‘Umrohku part 2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kali ini saya akan melanjutkan cerita yang bersambung di part 1. Simak yahh… 

Hari mulai terang, kurang lebih pukul 5 am. Wilayah tanah Arab mulai kelihatan dengan jelas. “Sebelah kiri kanan terhampar luas padang pasir, bukit2 bebatuan dan rumah2 yang berbentuk persegi”. 

Bus mulai memasuki wilayah tanah haram ‘Madinnah Al Munawarah’. Saya tak bisa berkata2. Hanya terpaku melihat kanan kiri jalan  yang ditanami pohon kurma. Subhanallah. Rumah2 penduduk Madinnah, kantor dan hotel2 berbintang. Jika kita sudah melihat banyak hotel, itu artinya kita sudah dekat dengan Masjid Rasullulah SAW ~ Masjid Nabawi. 

Saya menunggu detik detik bahwa untuk pertama kali saya akan melihat secara langsung masjid itu. Dan akhirnya… Bus berhenti tepat di depan hotel yang berhadapan tidak jauh dengan masjid Nabawi. Maha Suci Allah… Tiang2 payung masjid Nabawi terlihat. Dan masjidnya..  Ya Allah… 

Kami bergegas menuju hotel Thaibah, hotel tempat kami menginap selama 3 hari. Pembagian kamar dan dilanjutkan dengan acara pertama.

~Acara di hari pertama

  1. Ziarah ke Raudhah di dalam Masjid Nabawi. Pukul 7 pagi, kami rombongan wanita dipimpin oleh muthawiff wanita juga memasuki kompleks masjid Nabawi. Dianjurkan untuk membaca doa sebelum masuk masjid Nabawi (yang terdapat di buku panduan). Saya melihat sekeliling, terpana dengan keindahan masjid ini. Payung2 raksasa yang menutupi pelataran masjid, orang2 dari berbagai negara, askar, tempat wudhu wanita yang berada di atas dan di bawah tanah. Bismillah.. Sebelum masuk kami masih diperiksa oleh wanita2 bercadar dan berbaju hitam yang menjaga di tiap2 pintu masuk masjid. Memang harus diperiksa, untuk mengantisipasi adanya tindakan kejahatan. Akhirnya kami diperbolehkan masuk. Dan…. Subhanallah… Yang tadi suhunya panas dan kering. Pas berada didalam.. Sejuknyaaa… Subhanallah, Banyak pilar2 yang berdiri kokoh, karpet sajadah yang terhampar luas, lemari2 kecil tempat kitab suci Al-Qur’an dalam jumlah yang banyak, tong2 air zam-zam untuk kebutuhan berbuka puasa. Pukul 7 am, kami para jama’ah melaksanakan sholat dhuha, selepasnya kami  mengunjungi raudhah (taman surga), butuh proses yang lama lho, soalnya harus pada antri, sembari menunggu kami mendengarkan tausiyah dari pembimbing. Kurang lebih 30 menit kami menunggu, dan waktu yang dinantikan pun tiba, deg-degan rasanya. Sambil terus membaca shalawat, kami berjalan menuju raudhah. 
Advertisements

‘Umrohku part 1

Assalamu’alaikum wa ramahmatullahi wa barakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmatNya, serta shalawat dan salam kepada Rasulullah Mumammad SAW.

5 Juni 2016, saya beserta rombongan dari Luwuk berkumpul di masjid Agung An-Nur untuk melaksanakan acara pemberangkatan jama’ah PT. Arminareka Perdana. Kami berjumlah 7 orang. Dan hanya saya sendiri yang masih muda. Saya diberikan tanggung jawab untuk menemani mereka selama di tanah suci.

Dari Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk kami berangkat sekitar pukul 11.00 am. Transit di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar jam 1.30 pm. Dan Alhamdulillah tiba di Bandara Internasional Soetta jam 4 pm. Sekedar info : Terminal 1 untuk domestik dan Terminal 2 yang datang dari luar negeri (bagi yang baru pertama ke Jakarta😆).

Kami di jemput oleh van dari hotel ibis budget. Hotel tempat jama’ah ‘umroh bermalam di Jakarta. Dan juga merupakan hotel yang dekat dengan bandara. Kamar Nomor 18😅 (uji daya ingat). Kami disambut oleh panitia dari armina untuk check in hotel.

6 Juni 2016, kami berkumpul di Terminal 2d untuk pembagian passport (penting loh) jam 12 pm. Oya, ini adalah hari pertama puasa ramadhan. Disana kami berkumpul bersama jama’ah ‘umroh armina dari daerah lain. Mungkin karena bulan ramadhan, jadi banyak yang ‘umroh untuk mengejar pahala yang dilipatgandakan di bulan yang suci ini. Dan mungkin juga karena hadits Nabi SAW “umroh di bulan ramadhan pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah” Subhanallah Maha Suci Allah.

Check in jam 2 pm di gate 5 Maskapai Saudi Arabian Airlines. Take Off 3 pm dengan penerbangan SV 816. Bismillah. Ini adalah pertama kali saya pergi ke luar negeri. 

Sedikit menceritakan tentang pesawat SV 816 😃. Saya terkagum melihat keadaan didalamnya. 

  1. Kapasitas tempat duduk yang banyak 
  2. Pramugari yang mengenakan hijab
  3. Makanan internasional yang bumbunya agak sedikit berbeda di lidah orang Indonesia.     
  4. Suhu didalam yang lumayan dingin
  5. Tepat waktu
  6. Mungkin yang satu ini agak jarang diperhatikan oleh penumpang yaitu tulisan yang menempel dibadan luar pesawat “BENDERA ARAB SAUDI DENGAN TULISAN LAA ILAAHA  ILLALLAH” saya benar2 terpukau.

Pukul 9 pm waktu Arab Saudi, kami tiba di Bandara King Abdul Azis. Tak henti hentinya saya terpukau. Bandara yang sangaaat luasss. Kami rombongan armina segera melakukan pemeriksaan passport. Info : antri dulu yaa.. Kalo sudah dapet giliran, petugas bandara langsung memeriksa passport dan cekrek..hehehe..dipotret maksudnya. Biar tidak ilegal. 

Next…

Setelah pemeriksaan selesai. Kami menunggu bus jemputan di ruang tunggu. Koper2 kami sudah ditangani oleh pihak armina. Tak lama kemudian bus datang (namanya bus yutong kalo tidak salah *berpikir keras). Kamipun segera naik. Oya lupa.. Suhu udara di bandara.. Walaupun sudah malam masih tetap hangat. 

Inilah suasana Bandara King Abdul Azis (Ehh, si kakek dapet jepretan😆sengaja sih..maaf yah kek…permintaan keluarga)

Next…

Dalam bus yutong, saya akan memberikan penilaian kembali 😊, bus yang ber ac, tempat duduk yang nyaman, sopirnya yang ramah. Saya sederet sama si cewek… Namanya Wahyuning… Akhirnya saya mendapatkan teman ngobrol juga😊. 

Saya tak henti2nya melihat kesana kemari walaupun suasana diluar gelap. Penasaran. Ingin tahu. Kepo.                 

Di dalam bus, para panitia armina memperkenalkan diri : pembimbing dan muthawiff (yang namanya dirahasiakan). Mereka bertugas untuk memberikan penjelasan2 tentang perjalanan spiritual ini.

Saatnya sahur… Sahur  pertama di bulan Ramadhan 1437h, sahur pertama di tanah arab😊, sahur di dalam bus yutong. Menu makanan : Nasi, daging ayam, tempe, pisang, sawi (makanan khas Indonesia). 

Bus berhenti sejenak. Sopir yang pengertian dan baik hati. Memberi kesempatan untuk ‘nature calling’. 

Next…

Sholat shubuh di sebuah masjid, sewaktu mengambil air wudhu, ada si kucing lucu yang minum air lewat kran seperti mengambil air wudhu. Sebagai pecinta kucing, ini adalah kali pertama saya melihat kucing di tanah arab. 

Bus melanjutkan perjalanan kembali. Kurang lebih memakan waktu 9 jam dari Jeddah ke Madinah. 

Bersambung…